“Tentu, ada di sebelah kanan bawah rak buku,” jawab kacamata buatan Google itu.
Kemampuan itu membuat Shahram Izadi. Ia mengaku sangat terkesan kacamata itu mampu mengingat tanpa diminta sebelumnya. “Ini sangat cocok buat saya yang pelupa,” katanya.
Selain kemampuan mengingat, Shahram Izadi dan Nishtha Bhatia juga memamerkan kemampuan AI Gemini yang terintegrasi di dalam kacamata itu. Salah satu hal yang menarik adalah kacamata itu bisa langsung membuat haiku berdasarkan apa yang sedang dilihat penggunanya. Saat Nishtha Bhatia menatap penonton, kacamata itu menampilkan puisi pendek yang merespons momen tersebut.
Kemampuan lain yang tak kalah menarik adalah menjawab pertanyaan rumit seputar gambar dalam buku, menerjemahkan bahasa secara langsung dari satu bahasa ke bahasa lain (seperti Spanyol ke Inggris, lalu ke Farsi), dan mendukung percakapan dalam berbagai bahasa tanpa perlu mengganti pengaturan.
Bahkan untuk urusan hiburan, pengguna bisa memutar lagu dari album fisik hanya lewat perintah suara. Saat digunakan untuk navigasi, kacamata akan menampilkan arah belok dua dimensi ketika pengguna melihat lurus, dan peta tiga dimensi saat menunduk, semuanya tanpa perlu menyentuh layar ponsel.









