Gubernur Maluku: Presiden Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gubernur Maluku Murad Ismail mempimpin Upacara Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (Pu) ke-74, yang digelar di Kantor Pemeliharaan Jembatan Merah Putih (JMP), Selasa, (3/12/2019).

Presiden Jokowi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Gubernur Maluku mengemukakan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa saja tetapi ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian timur, wilayah pedalaman, kawasan terisolir dan wilayah perbatasan.

“Hal ini kita lakukan tidak hanya untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sekaligus untuk mewujudkan rasa keadilan masyarakat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa kita”, ungkapnya.

Lanjutnya, pembangunan infrastruktur seharusnya mengarah pada  kesejahteraan masyarakat. Seluruh jajaran pemerintah dan mitra yang terlibat harus memastikan bahwa pembangunan infrastruktur fokus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat khususnya dalam menaikkan kelas UMKM, pengembangan pariwisata, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor.

Dirinya meminta agar seluruh jajaran pemerintah dapat bersinergi mulai dari pusat sampai daerah untuk duduk bersama-sama menyepakati mana tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten dan kota.

Baca Juga  GPM Menduga Kajati Malut dan Walikota Ternate Bangun Skenario, Retribusi Pasar Grosir Diistimewakan

Sinergi pemerintahan juga akan berpengaruh besar dalam kesuksesan agenda pembangunan berikutnya. Selama lima tahun ke depan kita akan melanjutkan pembangunan 60 bendungan, 1.000 embung, 500.000 hektar jaringan irigasi baru, 2.500 km jalan tol dan 60.000 km jalan baru. Kita juga akan meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum layak menjadi 90% serta akses sanitasi dan persampahan menjadi 80%.Kita pun akan melanjutkan Program Sejuta Rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, kita akan mewujudkan pemindahan Ibukota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur dengan konsep Smart Metropolis.

Dirinya meminta agar seluruh agenda pembangunan ini harus berdampak pada kenaikan kelas UMKM, pengembangan pariwisata, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor.

Penggunaan teknologi saat ini sangat penting dalam setiap bidang pekerjaan termasuk dalam bidang pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur harus didukung oleh teknologi dan hasil riset yang aplikatif sehingga akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas.

Baca Juga  Antisipasi Gempa-Tsunami Warga Hulung Perbaiki Akses Jalan

“Pembangunan infrastruktur yang berkualitas juga harus didukung dengan pembiayaan yang memadai. Tidak mungkin pembangunan di negara kita ini hanya dilakukan oleh pemerintah dan bersumber dari APBN saja.Kreativitas menjadi kunci pembiayaan pembangunan infrastruktur ke depan. Oleh karena itu, saya minta lembaga-lembaga pembiayaan dan mitra swasta untuk tetap ikut secara serius menyukseskan agenda bangsa ini,” imbuhnya. (shinta)