Hadiri Peletakan Batu Penjuru Gereja BETFAGE, Sekot Ambon Harap Gereja Jadi Sentral Pergerakan Kemajuan

oleh -83 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Sekretaris Kota (Sekot) Ambon Agus Ririmase hadir dalam peletakan batu pembangunan gedung Gereja BETFAGE, Minggu (8/5/2022).

Dalam sambutannya, Sekot Agus Ririmase menyatakan harapannya agar Gereja menjadi sentral pergerakan kemajuan, pergerakan moral, pergerakan sosial dan lainnya yang membawa dampak positif kemajuan bagi jemaat dan masyarakat GPM Soya.

Agus Ririmase mengatakan, gereja bukan hanya sebagai tempat bangunan berdiri tetapi merupakan tempat membangun keimanan dan kecerdasan hidup jemaat untuk mencapai hidup yang lebih baik.

Gereja Protestan Maluku sebagai institusi, jelasnya, harus menjadi yang terdepan dalam menggerakkan semua komponen yang ada agar bisa berdaya guna dalam berkerja, berpikir dan cara bertindak sehingga pertumbuhan hebat dapat terjadi di Kota Ambon ini.

Kehadiran gereja, lanjutnya, harus berdampak pada kualitas hidup jemaat yang lebih dari segi iman, karakter maupun segi sosial ekonomi lainnya.

Baca Juga  Hadapi Strategi Kubis China di Natuna, Belain Minta TNI Siaga Tempur

Di kesempatan itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse, mengaku, terlepas dalam kehadiran mewakili Walikota dan Wakil Walikota, namun secara pribadi bersukacita bisa hadir di Jemaat GPM Soya. Karena memang mata rumah Ririmasse juga miliki teung di Negeri Soya, yang artinya juga bagian dari anak negeri yang punya tanggungjawab.

Sebab itulah, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, menurutnya, harus mendukung pembangunan Gereja Bethfage ini apapun bentuknya, baik dalam bentuk material maupun non material. Namun Jemaat juga harus mendukung total pembangunan ini.

“Dengan kerjasama dan kerja bersama-sama panitia, majelis dan semua umat, disertai pertolongan Tuhan, saya yakin dan percaya pembangunan Gereja ini bisa selesai sesuai waktunya. Pemerintah akan bantu dan dukung,” terang mantan Asisten Setda Kota Kupang itu.

Pasalnya, ketika selesai dan diresmikan tambah Ririmasse, Gereja ini berfungsi sebagai tempat perjumpaan umat dengan Tuhan, simbol kokohnya kemuliaan Tuhan dan pergumulan umat, serta sebagai pusat pemberitaan Injil.

Baca Juga  Mulai 1 Maret 2022, Santunan Duka Warga Kota Ambon Diserahkan Saat Pemakaman

“Maka umat harus bisa dukung secara total. Jangan berhitung dengan Tuhan, misalnya ketika beri persembahan syukur. Dengan Tuhan jangan ragu-ragu, sebab Tuhan akan memberi yang terbaik, ketika kita juga total sepenuh hati padaNya. Jangan pikir orang lain, tapi kita sendiri umat yang bangun. Orang lain hanya topang dari belakang,” pesan Ririmasse.

Sementara itu, Anggota MPH Sinode GPM Pendeta Janes Colling berpesan, kesetiaan untuk saling menopang di antara pelayan dan umat dalam pembangunan Gereja ini sangat penting. Sebab belajar dari banyak proses pembangunan Gereja sering buat umat terpecah belah dan tidak solid dalam menopang pelayanan.

“Hal tersebut harus dihindari demi pembangunan rumah Tuhan ini yang jika selesai nanti, akan kita gunakan sebagai tempat kudus untuk umat berbakti dan tempat pembinaan spiritual dan gumul umat,” ingatnya.

Baca Juga  Ririmasse Sebut Kantor Dinas Dukcapil Ambon Akan Dibangun Tiga Lantai

“Apapun tantangan yang dihadapi ke depan, tapi kasih dan kebaikan Tuhan tidak bisa dihalangi. Yakin dan percaya, dengan kebutuhan dana yang besar hingga selesai pembangunan, sebagai manusia mustahil. Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, pasti berkelimpahan. Banyak tangan akan membantu,” sambung Colling.

Sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Pembangunan, Abner Tatuh menyatakan, dengan luas tanah 648 meter persegi, Gereja baru akan dibangun dua lantai dan butuhkan dana Rp10-15 Miliar. Lantai satu untuk gedung serbaguna dan lantai dua ruang kebaktian yang bisa menampung 1.200-1.300 umat. (Nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.