Menurut Heder, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan santunan anak yatim seperti ini merupakan bentuk kasih sayang kita kepada anak-anak yang telah ditinggalkan ayah atau ibu mereka. Kehadiran kita di sini menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri,” katanya.
Didorong Libatkan Lansia dan Janda
Heder berharap kegiatan sosial yang digagas MWC NU Tanah Miring dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Ia mengusulkan agar pada pelaksanaan berikutnya program santunan tidak hanya menyasar anak yatim piatu, tetapi juga para lanjut usia (lansia) dan janda yang membutuhkan perhatian.
“Ke depan, kegiatan seperti ini kita dorong agar tidak hanya melibatkan anak yatim, tetapi juga para lansia dan janda sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Heder menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus Nahdlatul Ulama yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga menjadi amal ibadah dan terus membawa manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
MWC NU Apresiasi Bantuan Pemprov
Sementara itu, Ketua MWC NU Tanah Miring, Sukaji, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.




