Hakikat Golongan Salaf Menurut Nurcholish Madjid

oleh -466 views

Belakangan ini terjadi polemik mengenai Wahabi dan Salafi. Hal ini menyusul adanya rekomendasi salah satu ormas Islam agar pemerintah Indonesia melarang dua paham tersebut. Lalu apa sejatinya Salaf itu?

Nurcholish Madjid (1939-2005) atau Cak Nur dalam bukunya berjudul “Islam Doktrin dan Peradaban” (Paramadina, 1992) menjelaskan perkataan Arab “salaf” sendiri secara harfiah berarti “yang lampau.” Biasanya ia dihadapkan dengan perkataan “khalaf’, yang makna harfiahnya ialah “yang belakangan”.

Kemudian, dalam perkembangan semantiknya, perkataan “salaf’ memperoleh makna sedemikian rupa sehingga mengandung konotasi masa lampau yang berkewenangan atau berotoritas, sesuai dengan kecenderungan banyak masyarakat untuk melihat masa lampau sebagai masa yang berotoritas.

Baca Juga  Mahasiswa Soroti Minimnya Ambulans Laut di Ternata

“Ini melibatkan masalah teologis, yaitu masalah mengapa masa lampau itu mempunyai otoritas, dan sampai dimana kemungkinan mengidentifikasi secara historis masa salaf itu,” tutur Cak Nur.

Dalam hal ini, kata Cak Nur, para pemikir Islam tidak banyak menemui kesulitan. Masa lampau itu otoritatif karena dekat dengan masa hidup Nabi. Sedangkan semuanya mengakui dan meyakini bahwa Nabi tidak saja menjadi sumber pemahaman ajaran agama Islam, tetapi sekaligus menjadi teladan realisasi ajaran itu dalam kehidupan nyata.

No More Posts Available.

No more pages to load.