Israel Tetap Skeptis
Pemerintah Israel merespons pengumuman tersebut dengan hati-hati. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menilai pembubaran pemerintahan Hamas tidak akan mengubah situasi apabila kelompok tersebut tetap mempertahankan kekuatan militernya.
“Selama Hamas masih mempertahankan senjatanya, pemerintahan sipil mana pun tentu saja akan beroperasi sesuai perintah Hamas,” ujarnya.
Sejumlah pengamat juga menilai langkah Hamas lebih merupakan sinyal politik dibanding perubahan nyata di lapangan.
Pakar Gaza dari European Council on Foreign Relations, Muhammad Shehada, menilai Hamas berupaya menghilangkan alasan Israel yang selama ini menyebut kelompok tersebut enggan melepaskan pemerintahan sipil.
Sementara itu, Andreas Krieg dari King’s College London menilai pengumuman tersebut belum menyentuh persoalan utama, yakni pengendalian senjata dan struktur militer Hamas.
Hingga kini proses perdamaian Gaza masih mengalami kebuntuan. Israel belum menarik pasukannya sesuai tahapan kesepakatan gencatan senjata, sementara NCAG juga belum dapat menjalankan mandatnya karena belum memiliki akses ke Gaza maupun dukungan operasional penuh.
Dengan demikian, meski Hamas telah menyatakan kesediaan menyerahkan pemerintahan sipil, masa depan Gaza masih bergantung pada penyelesaian sejumlah isu krusial, mulai dari perlucutan senjata, penarikan pasukan Israel, pembentukan pemerintahan transisi, hingga pelaksanaan penuh kesepakatan gencatan senjata.









