Hanya yang Terhina yang Minta Dihormati dan Dipuja

oleh -2 Dilihat
Isa Ansori

Kebohongan itu terus berlanjut, namun seperti api yang menyala, tidak ada rahasia yang bisa terus disembunyikan. Suatu hari, seorang pejabat istana yang jujur menemukan bukti tentang kecurangan raja dan membawa dokumen-dokumen itu ke hadapan para pemimpin rakyat. Dalam sekejap, kebenaran tersebar luas, dan kebohongan Jokowiyono terungkap.

Rakyat yang dulu mempercayainya, kini marah dan kecewa. Mereka merasa dikhianati. Raja Jokowiyono yang dulu dihormati, kini menjadi bahan cemoohan di seluruh negeri. Ia dipaksa turun dari tahtanya dan hidup dalam pengasingan. Jokowiyono yang dulunya dipuja-puja kini terhina di depan semua orang. Tak ada satu pun yang mengingat kebaikannya, hanya kebohongan dan ketidakjujurannya yang terus menjadi buah bibir.

Baca Juga  Polres Halteng Selidiki Dugaan Pembakaran Limbah Ban Bekas PT IWIP

Pemimpin sejati tidak membutuhkan pengakuan, karena kehormatan dan pujian datang secara alami dari perbuatan baik yang tulus dan tidak penuh dengan tipu daya. Mulyono, di sisi lain, tampaknya terjebak dalam paradoks kepemimpinannya sendiri—keinginan untuk dihormati muncul bukan dari prestasi cemerlang, melainkan dari bayangan akan dosa-dosa kekuasaannya. Kebijakan-kebijakan yang penuh kontroversi, penyelewengan yang terselubung, hingga keretakan moral di kalangan orang-orang terdekatnya telah menciptakan jurang dalam antara dirinya dan rakyat.

No More Posts Available.

No more pages to load.