Salah satu contohnya, sehari menjelang Ramadan 1443 Hijriah, kebutuhan pokok mulai naik di Pasar Tradisional Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Data dari Serambinews.com, di antara harga kebutuhan yang naik, yaitu agar-agar yang sebelumnya Rp 48 ribu satu kota naik menjadi Rp 55 ribu/kotak. Kemudian garam isi 30 Kg naik dari Rp 130 ribu/zak menjadi Rp 150 ribu/zak, tepung terigu 25 kilogram naik dari Rp 200 tibu/zak menjadi Rp 205 tibu/zak. Sirup cap patung dari Rp 220 ribu per lusin naik menjadi Rp 230 ribu per lusin. Begitu juga sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga ikut naik. Sembako dan barang lainnya juga ikut naik. Kenaikan ini dipicu naiknya harga BBM, sehingga harga barang ikut naik.
Pemerintah melalui Kementrian ESDM dan Kemetrian Perdagangan menjadi unsur yang paling bertanggung jawab atas kenaikan BBM yang berefek pada kenaikan harga barang di pasaran tersebut.
Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi menyatakan dengan mempertimbangkan harga minyak bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 bulan April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp 14.526 per liter pada Maret 2022, yakni bisa menjadi sekitar Rp 16.000 per liter.









