Porostimur.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dikabarkan akan mengerek harga low cost green car atau LCGC di Indonesia. Meski belum ada aturan pasti, namun kenaikan tersebut kemungkinan sebesar Rp 5 juta per unit kendaraan.
Sebelumnya, kenaikan harga LCGC disebut-sebut mencapai 5 persen. Namun, Kemenperin kemudian meralat dan menyebut kenaikannya hanya Rp 5 juta. Itu mempertimbangkan kenaikan bahan baku kendaraan seperti logam, plastik dan lainnya.
Meski ada rencana kenaikan harga, namun LCGC diyakini tetap menjadi pilihan utama konsumen di Indonesia. Sebab, kendaraan tersebut masih dan akan selalu menjadi pilihan utama konsumen pemula atau first buyer yang belum pernah membeli mobil.
Mobil LCGC Daihatsu Ayla 2023 meluncur di Jakarta Foto: Septian Farhan Nurhuda/detikoto
Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy mengatakan, rencana kenaikan harga tersebut tak mengubah citra LCGC sebagai kendaraan murah. Honda sendiri mengandalkan Brio Satya di segmen tersebut.
“Saya tidak bilang itu Rp 5 juta atau 5 persen, tapi yang jelas LCGC peminatnya banyak sekali. First time buyer tuh besar sekali, terutama di luar Pulau Jawa yang infrastrukturnya masih berkembang,” ujar Yusak Billy saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.









