Jadi Jembatan Sains, Konservasi dan Masyarakat
Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny H. Gultom, mengatakan buku tersebut merupakan bagian pertama dari rangkaian dokumentasi keanekaragaman hayati laut Pulau Obi.
“Kami ingin kekayaan laut di sekitar Obi tidak hanya terjaga, tetapi juga terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.
Menurut Tonny, dokumentasi ke depan akan dikembangkan dengan mengeksplorasi ekosistem terumbu karang dan makrobenthos secara lebih mendalam. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi edukasi publik sekaligus konservasi berbasis sains.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Ia menilai buku tersebut bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi jendela bagi masyarakat luas untuk melihat kekayaan bahari daerahnya.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat demi menjaga laut sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan,” tutur Bassam.
Dari kalangan akademisi, Guru Besar Manajemen Kesehatan Ikan Universitas Khairun, Prof. Dr. Muh. Aris, S.Pi., M.P., menilai praktik good mining practices perlu berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem.
Sementara Ahli Genetika Ikan Universitas Sam Ratulangi, Dr. Ir. Ari Berty Rondonuwu, M.Sc., M.Si., melihat dokumentasi tersebut memiliki nilai edukasi penting bagi generasi muda.









