Camat Ibu, Warjin Hi. Soleman, menyebut terdapat 1.593 jiwa atau 497 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung akibat bencana tersebut. Menurutnya, kehadiran tim medis dan bantuan perlengkapan tidur menjadi dukungan vital di tengah kondisi darurat.
“Untuk pangan, dapur umum dari TNI-Polri dan Tagana sudah berjalan. Tapi kebutuhan layanan kesehatan dan perlengkapan tidur masih sangat mendesak,” katanya.
Keluhan Warga: Penyakit Kulit hingga Infeksi Pernapasan
Sejumlah keluhan kesehatan mulai dirasakan warga sejak hari pertama pascabanjir. Kepala Desa Tongute Ternate, Said Sania, mengatakan banyak warga mengalami gatal-gatal, demam, dan batuk akibat air kotor serta lingkungan yang lembap.
“Keluhan seperti gatal-gatal, demam, dan batuk muncul sejak hari pertama. Kehadiran paramedis dan bantuan obat-obatan dari Harita Nickel sangat membantu meringankan beban psikis warga kami,” ujarnya.
Kisah Pilu Para Penyintas
Di lapangan, tim juga mendapati berbagai kisah memilukan dari para penyintas banjir. Sukarni Siu, warga Desa Tongute Ternate, menceritakan bagaimana dirinya harus menggendong sang suami yang sakit ketika air setinggi dada mengepung rumah mereka.
Saat itu, anak sulungnya tengah menjalani amputasi kaki di Ternate, membuat kondisi keluarga semakin terpuruk.
Kisah serupa juga dialami Arfia Jalal (65), seorang lansia yang menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah sepanjang hidupnya. Seluruh harta bendanya hanyut terbawa arus.










