Haruskah Kutulis Aku Bahagia?

oleh -1,514 views

Hati Bu Sartika makin perih membaca indikator survei tentang dimensi perasaan yaitu perasaan senang, tidak khawatir/cemas, dan tidak tertekan.
Hari-hari yang dialaminya sejak kesepakatan yang dia buat dengan suaminya untuk menjalani rumah tangga dengan kepura-puraan adalah detik-detik hidup yang tertekan, khawatir, dan cemas yang dia coba balut dengan berbagai kegiatan yang menggambarkan seolah keluarganya adalah keluarga paling bahagia di dunia seperti yang dilihat Santy petugas dari BPS di medsosnya.

Dia tidak tahu sampai kapan itu akan berlangsung. Karena sekarang dia tidak bisa lagi membedakan antara kebahagiaan sejati dan kebahagiaan semu. Kalau dikatakan ini harus dia akhiri tapi mau dibuat seperti apa setelah diakhiri dia bingung. Dia mungkin harus bicara dari hati ke hati dengan suaminya untuk mengakhiri semua ini. Tapi perlukah? Bukankah salah satu kebahagiaan mereka sekarang adalah bisa saling menyakiti?

Baca Juga  Ini 7 Tanda Pasangan yang Sabar Menghadapimu, Jangan Sia-siakan!

Dengan hati yang terus terpilin dengan keperihan dan air mata yang dia bendung supaya tidak jebol keluar, Bu Sartika membaca dimensi terakhir dari survei yang menjadikannya sebagai salah satu responden, yaitu dimensi makna hidup dengan indikator kemandirian, penguasaan lingkungan, pengembangan diri, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri.

No More Posts Available.

No more pages to load.