HCW Menduga Adanya Konspirasi Antara BP2JK Dengan BPJN Terkait Pemenang Tender

oleh -123 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara (Malut) menduga adanya praktek konspirasi antara Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Maluku Utara dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terkait pemenang tender.

Hal tersebut terlihat dalam pantauan tim HCW di lapangan yang menemukan sejumlah dokumen yang diserahkan langsung oleh pihak BPJN ke BP2JK untuk ditayang atau ditenderkan. Di lapangan tim HCW juga menemukan satu paket yang ditenderkan di Kantor BP2JK yaitu paket preservasi ruas jalan Pulau Gebe-Bandara dan ruas jalan Umera yang dimenangkan oleh PT Lambok Ulina.

“Kami menduga kuat sebelum dilakukan tender pihak BP2JK dan BPJN Wilayah Malut sudah menitipkan nama-nama kontraktor atau perusahaan untuk dimenangkan dalam sebuah tender proyek yang ada di Balai PJN”, ungkap Direktur HCW, Rajak Idrus kepada Porostimur.com, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga  Ingin bunuh Jokowi, Penyusup terobos masuk Istana Negara

HCW juga menduga, bahwa ada konspirasi tender proyek hingga pada proses lelang yang dilakukan oleh BP2JK Wilayah Malut tidak sesuai dengan mekanisme lelang atau tender, misalnya salah satu paket proyek preservasi ruas jalan Pulau Gebe-Bandara dan Gebe-Umera dengan nilai pagu Rp95.555.967.000,00 dimana proyek tersebut telah dimenangkan oleh PT Lambok Ulina yang tidak mengikuti mekanisme tender dan lelang dan perusahaan tersebut diluar Maluku Utara.

Idrus mengatakan, bahwa ada dugaan praktek jual beli proyek hingga penitipan proyek di Balai PJN Wilayah Malut pada saat melaksanakan tender di BP2JK Wilayah Maluku Utara.

Selain itu, lanjutnya ada juga dugaan beberapa proyek jalan dan jembatan yang bersertifikat BPJN di Wilayah Malut rusak dan berpotensi hilang, akibat dibongkar dan diambil alih oleh pihak swasta (PT IWIP), padahal sudah dibangun hotmix oleh BPJN dengan ruas jalan dan jembatan Weda-Sagea sepanjang 7 Km yang saat ini dana pemeliharaan jalan dan jembatan tidak digunakan.

Baca Juga  Bomber Gereja Katedral Makassar Diduga Suami Istri, ini Foto-fotonya

“Kami sudah mengcover informasi ini sejak soal konspirasi tender itu dari berbagai pihak dan akhirnya tim HCW coba melakukan penelusuran diberbagai hal dan bagi HCW sudah tidak asing lagi bagi pihak BPJN Wilayah Maluku Utara praktek konspirasi antara pihak BP2JK dan PJN”, ujar Rajak.

Saat ini, menurutnya HCW sedang menyusun dokumen dan bukti yang akan dilampirkan untuk menyurati ke Kementerian PUPR dan KPK di Jakarta atas dugaan konspirasi tersebut. HCW juga akan meminta Kementrian PUPR dan KPK agar mengecek di lapangan, karena ada dugaan kuat konspirasi itu sering dilakukan dan juga ada persaingan usaha yang tidak sehat di tubuh kedua Balai tersebut.

Baca Juga  Pilkades Serentak di Kota Ambon Akan Gunakan Sistem e-Voting

“Dalam laporan HCW, kami pun akan lampirkan surat untuk di KPK serta meminta agar KPK menelusuri dan bahkan turunkan tim Koorsup untuk mengikuti tahapan tender. Bukan hanya itu, HCW pun akan mengirim laporan termasuk melampirkan surat ke Menteri Basuki Hadimuljono dan Direktorat Jendral Bina Marga Kementrian PUPR untuk segera mengevaluasi dan mencopot Saudara Gunadi Antariksa dari jabatannya sebagai Kepala BPJN Wilayah Malut. Sekaligus HCW pun akan meminta kesediaan Dirjen Bina Marga PUPR untuk segera turun di Maluku Utara untuk mengkroscek secara dekat sekaligus mengevaluasi kinerja BPJN Wilayah Malut terkait dengan mafia proyek APBN yang merugikan negara”, tegasnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.