Selain itu, Baghdad melahirkan sistem Universitas modern melalui pendirian Madrasah. Salah satunya adalah Madrasah Nizamiyah yang didirikan pada tahun 1065 oleh Nizam al-Mulk. Tokoh besar seperti Imam Al-Ghazali menjadi pengajar di sana.
Kemudian ada Madrasah Mustansiriyah yang dibangun pada tahun 1234 oleh Khalifah Al-Mustansir, madrasah tersebut menyediakan pendidikan gratis, perawatan medis, hingga perpustakaan besar bagi para pelajarnya.
Industri Kertas dan Budaya Literasi di Madinat As-Salam
Salah satu faktor utama yang mendorong ilmu pengetahuan di Madinat As-Salam atau kota kuno Baghdad adalah penguasaan industri kertas. Muslim membawa teknologi kertas dari Tiongkok dan mengembangkannya menjadi industri besar di kota tersebut dengan pabrik-pabrik kertas yang mulai dibangun pada tahun 793 M.
Keberadaan kertas membuat buku menjadi barang yang terjangkau. Pada abad ke-13, Baghdad tercatat memiliki 36 perpustakaan umum dan lebih dari seratus pedagang buku yang juga berperan sebagai penerbit.
Akhir Kejayaan Kota Madinat As-salam
Kemegahan intelektual Madinat As-Salam atau Baghdad kuno yang telah berlangsung selama lima abad berakhir pada Februari 1258. Kota ini kemudian dihancurkan oleh serbuan bangsa Mongol, yang memadamkan pusat pembelajaran dan sains paling bersinar di dunia Islam pada masa itu.









