Hilangnya Kota Pusat Peradaban Islam Madinat As-Salam Era Abbasiyyah

oleh -121 views
Kota Baghdad Kuno. Foto: dok. Muslim Heritage

Selain itu, Baghdad melahirkan sistem Universitas modern melalui pendirian Madrasah. Salah satunya adalah Madrasah Nizamiyah yang didirikan pada tahun 1065 oleh Nizam al-Mulk. Tokoh besar seperti Imam Al-Ghazali menjadi pengajar di sana.

Kemudian ada Madrasah Mustansiriyah yang dibangun pada tahun 1234 oleh Khalifah Al-Mustansir, madrasah tersebut menyediakan pendidikan gratis, perawatan medis, hingga perpustakaan besar bagi para pelajarnya.

Industri Kertas dan Budaya Literasi di Madinat As-Salam

Salah satu faktor utama yang mendorong ilmu pengetahuan di Madinat As-Salam atau kota kuno Baghdad adalah penguasaan industri kertas. Muslim membawa teknologi kertas dari Tiongkok dan mengembangkannya menjadi industri besar di kota tersebut dengan pabrik-pabrik kertas yang mulai dibangun pada tahun 793 M.

Baca Juga  Blokade AS Kopong, 34 Kapal Hantu Iran Menyelinap Bawa Minyak Senilai Rp15,6 Triliun

Keberadaan kertas membuat buku menjadi barang yang terjangkau. Pada abad ke-13, Baghdad tercatat memiliki 36 perpustakaan umum dan lebih dari seratus pedagang buku yang juga berperan sebagai penerbit.

Akhir Kejayaan Kota Madinat As-salam

Kemegahan intelektual Madinat As-Salam atau Baghdad kuno yang telah berlangsung selama lima abad berakhir pada Februari 1258. Kota ini kemudian dihancurkan oleh serbuan bangsa Mongol, yang memadamkan pusat pembelajaran dan sains paling bersinar di dunia Islam pada masa itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.