Persoalan kota, dengan demikian, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ada ruang yang sama bagi masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, pemuda, tokoh agama hingga kelompok-kelompok sosial untuk mengambil bagian.
Di tengah dorongan modernisasi, Bodewin juga mengingatkan agar pembangunan tidak membuat Ambon kehilangan identitasnya.
Salah satu simbol yang disebutnya adalah Benteng Victoria.
Bagi Bodewin, benteng bersejarah tersebut tidak boleh berhenti sebagai bangunan tua yang hanya menjadi saksi perjalanan masa lalu.
“Hari ini Benteng Victoria harus menjadi benteng kebudayaan, benteng sejarah, benteng persaudaraan dan benteng identitas orang Ambon,” ungkapnya.
Ia berharap Benteng Victoria dapat diberi makna baru sebagai ruang pembelajaran sejarah, pengembangan seni dan kreativitas sekaligus pusat kebudayaan.
Pesan itu menjadi penting ketika sebuah kota bergerak menuju modernitas. Sebab, kemajuan tanpa identitas berisiko membuat generasi baru mengenal kotanya hanya dari bangunan dan jalan, tetapi kehilangan cerita tentang bagaimana kota tersebut dibangun.
Generasi Muda dan Pela Gandong Jadi Kekuatan Ambon
Bodewin kemudian menempatkan generasi muda sebagai salah satu penentu wajah Ambon dalam beberapa dekade mendatang.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan persaingan global, anak muda Ambon tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi.











