Indonesia Emas dan Anak Muda yang Cemas

oleh -18 Dilihat
Ansori

Bagi saya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak anak muda yang mampu memenangkan persaingan, melainkan juga berapa banyak yang mendapatkan kesempatan untuk ikut bertanding; bukan hanya berapa banyak yang mencapai puncak, melainkan juga apakah kita menyediakan jalan bagi mereka yang sedang tertatih.

Sebab, generasi unggul tidak lahir dari tekanan tanpa batas. Ia tumbuh dari perpaduan antara disiplin dan kasih sayang, antara tuntutan dan dukungan, antara kebebasan dan tanggung jawab, serta antara kesempatan dan kemauan untuk berusaha.

Kini, kegelisahan itu terasa bukan lagi milik saya sendiri. Data memberi nama pada sebagian kekhawatiran tersebut. Cerita keluarga, persoalan pendidikan, kesulitan memasuki dunia kerja, dan kebutuhan akan dukungan psikologis membuat kita menyadari bahwa ada pekerjaan besar yang harus dilakukan bersama.

Baca Juga  Baru Keluar dari Lapas, Pria di Halsel Diamankan Polisi Terkait Penguasaan Tembakau Sintetis

Kita tidak perlu menunggu sampai persoalan menjadi semakin berat untuk mulai bertindak. Kita dapat memulainya dari rumah, sekolah, kampung, pesantren, tempat kerja, organisasi, dan kebijakan publik yang lebih berpihak pada tumbuh kembang manusia.

Saya percaya, anak muda tidak meminta dunia yang selalu mudah. Mereka hanya membutuhkan dunia yang memberi kesempatan, lingkungan yang mau memahami, dan masa depan yang masih layak diperjuangkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.