Menurut Wakil Komisi II DPRD Kota Ambon ini, pada hari senin mendatang, pihaknya akan mengagendakan untuk melakukan rapat bersama dengan pihak Pertamina.
“Ini akan menjadi perhatian serius komisi. Di hari senin nanti kami akan agendakan, karena ini masih dalam masa reses, tapi setelah ini akan menjadi agenda prioritas untuk merapat bersama pihak Pertamina. Kalau panggilan kami tidak dihiraukan maka kami akan on the spot, akan memanggil paksa, lalu kita akan turun ke lapangan untuk mengeceknya lagi. Kita akan terus dorong supaya memang ada komunikasi baik antara kami dengan kepolisian untuk mengusut tuntas terkait penjualan minyak ke kapal-kapal”, jelasnya.
Hary menambahkan bahwa pernah terjadi kelangkaan minyak di Kota Ambon dan itu disebabkan karena pihak Pertamina membatasi jumlah bahan bakar subsidi kepada pihak SPBU.
“Permintaan yang disampaikan oleh pihak SPBU terkait jumlah bahan bakar subsidi ini dibatasi. Padahal sesuai dengan data terakhir yang kita miliki itu, bahwa Kota Ambon kalau tidak salah itu setahun dijatahi 19 juta kilo liter dan sudah dikalkulasi oleh komisi bahwa rata-rata per hari itu bisa 1 SPBU diberikan 10 sampai 20 kali dan itu tidak ada masalah, tapi ternyata itu ada permainan dalam Pertamina sendiri dan permainan itu sudah kita batasi”, ungkap Hary.










