“Akan tetapi minimal memperlihatkan atau menggantungkan id card-nya sebagai wartawan agar kami juga bisa membedakan mana pengunjung sidang dan mana wartawan yang sedang bertugas,” tukas Eliya.
“Di sisi lain sebagai wartawan, harusnya dalam meliput berita harusjuga menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat dalam arti lain, bukan seenaknya meliput untuk membuat berita,” imbuhnya.
Terkait insiden penyiraman air mineral ke salah satu laki-laki saat itu, Iliya mengaku karena laki-laki tersebut mengambil gambar video dirinya sambil menyebut ini istri polisi-ini istri polisi. Hal itulah yang membuat dirinya kesal dan menyiram laki-laki tersebut dengan air minerla yang dipegangnya.
“Kekesalan saya itu karena seharusnya sebagai wartawan, mengerti dan dapat membedakan kapasitas seseorang yang dimintai keterangan. Jika benar laki-laki tersebut adalah wartawan yang mengikuti perkembangan sidang maka pasti mengetahui kapasitas saya yaitu pihak swasta bukan sebagai istri Polisi apalagi dihubungkan dengan pekerjaan suami saya,” ucap Eliya.
“Terkait dengan penghalangan atau pemukulan itu tidak ada dan tidak benar adanya, hanya saja waktu itu saling dorong-mendorong saja karena posisi ruangan itu sangat sempit,” pungkasnya.











