Adapun layar TV digital umumnya telah menggunakan teknologi terkini, di antaranya layar Liquid Crystal Display (LCD) atau Light Emitting Diode (LED).
2. Layar Tipis Belum Tentu TV Digital
Mengutip kompas.com, kendati mempunyai layar tipis dan bodi ramping, sebuah TV belum tentu bisa dikategorikan sebagai TV digital.
TV digital telah dibekali dengan fitur yang mendukung pencarian siaran digital (DTV).
Itu artinya, pengguna bisa mencari dan menyaksikan siaran TV digital secara langsung tanpa perangkat tambahan apa pun.
Nah, fitur ini tidak selalu dimiliki oleh TV LED dan LCD biasa.
Dengan demikian, pengguna harus tetap membutuhkan set top box tambahan untuk mengakses siaran yang lebih baik, dan ini tentu saja berbeda dengan TV digital yang memang telah memiliki fitur canggih secara otomatis.
3. Dilengkapi Decoder DVB-T2
Pada buku panduan, biasanya TV digital disertai keterangan atau spesifikasi yang jelas.
Jika terdapat keterangan sudah dilengkapi dengan decoder DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial), artinya TV tersebut sudah termasuk televisi digital.
Untuk kamu ketahui, DVB-T2 berfungsi sebagai penerima sinyal TV digital.
Nantinya, teknologi inilah yang memungkinkan TV bisa mengakses siaran televisi tanpa mesti menggunakan antena eksternal atau set top box sehingga kamu tak perlu membeli lagi perangkat tambahan tersebut.









