Porostimur.com, Washington – Serangan yang dilakukan Iran dilaporkan telah merusak atau menghancurkan ratusan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026.
Temuan tersebut terungkap dalam investigasi media The Washington Post yang dipublikasikan Rabu, berdasarkan analisis citra satelit dari berbagai lokasi militer AS di kawasan tersebut.
Laporan itu menyebutkan skala kerusakan jauh lebih besar dibandingkan yang selama ini diakui secara publik oleh pemerintah AS.
Kerusakan Meluas di 15 Lokasi
Dalam investigasinya, The Washington Post mengidentifikasi sedikitnya 228 bangunan dan peralatan militer yang rusak atau hancur, terdiri dari 217 bangunan dan 11 unit peralatan.
Kerusakan tersebut tersebar di 15 lokasi militer AS di sejumlah negara, termasuk Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Fasilitas yang terdampak meliputi hanggar, barak, gudang logistik, depot bahan bakar, hingga sistem pertahanan udara, radar, dan aset komunikasi militer.
Beberapa kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Naval Support Activity Bahrain—markas Armada Kelima Angkatan Laut AS—serta tiga fasilitas utama di Kuwait, yakni Pangkalan Udara Ali al-Salem, Camp Arifjan, dan Camp Buehring.











