“Jika AS bertindak terlalu jauh, Iran akan membela diri dengan segala cara, melampaui batas kawasan ini, dan juga menyerang Eropa,” ujar sumber tersebut kepada Financial Times.
Namun, laporan tersebut merupakan klaim yang berasal dari sumber yang dikutip media dan belum disertai konfirmasi terbuka dari pemerintah Iran mengenai daftar target maupun rencana operasional tersebut.
Kabel Bawah Laut di Selat Hormuz Ikut Dikaji
Selain aset militer Amerika Serikat di Eropa, pasukan Iran disebut secara terpisah telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika eskalasi konflik terus berlanjut.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi salah satu titik penting bagi perdagangan energi serta komunikasi regional.
Potensi gangguan terhadap infrastruktur bawah laut tersebut dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar konsekuensi militer.
Laporan Financial Times juga mengutip pendapat sejumlah pakar militer yang menyatakan Iran memiliki rudal yang secara teoritis mampu menjangkau sebagian wilayah Eropa selatan dan tenggara.
Namun, efektivitas serta tingkat akurasinya diperkirakan dapat menurun pada jarak yang lebih jauh.
Para pejabat militer Iran sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan bahwa pangkalan militer mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran dapat dianggap sebagai target.









