Dalam pengumuman tersebut, Hatami memberikan insentif lebih besar bagi perempuan Iran yang berhasil melakukan aksi sebagaimana dimaksud.
“Perempuan Iran yang pemberani dan melakukan tindakan tersebut akan menerima hadiah dua kali lipat,” katanya.
Tidak hanya uang tunai, peserta yang berhasil juga disebut akan memperoleh keuntungan tambahan terkait senjata yang digunakan.
Hatami mengatakan senjata milik pelaku akan dibeli dengan harga dua kali lipat dan pelaku akan mendapatkan senjata baru.
“Senjata milik individu tersebut juga akan disimpan di museum yang telah direncanakan,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan retorika keras Iran terhadap Amerika Serikat di tengah ketegangan militer kedua negara yang belum sepenuhnya mereda.
Iran Desak AS Tinggalkan Timur Tengah
Hatami juga mengklaim bahwa kemampuan militer AS telah terbantahkan selama konflik dengan Iran.
Ia sekaligus mendukung seruan agar Amerika Serikat meninggalkan kawasan Timur Tengah dan menyatakan Washington tidak lagi memiliki hak untuk memasuki sejumlah wilayah strategis di sekitar Iran.
“Mereka tidak lagi memiliki izin untuk memasuki Teluk Persia, Teluk Oman, atau Selat Hormuz,” ujar Hatami.
Pernyataan tersebut muncul ketika tenggat waktu 60 hari berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad antara Iran dan AS semakin dekat.










