Iran dan Upayanya Membangun Tatanan Baru Dunia

oleh -553 views
Toni Rosyid

Iran siap berperang hingga lebih dari enam bulan kedepan. Jika langkah dan pilihan strategi ini benar-benar berjalan sesuai rencana, maka ini berpotensi membuat banyak negara tumbang.

Semua dimulai dari Selat Hormuz. Dari sini krisis energi terjadi. Semua negara terdampak. Rakyat marah dan yang mereka salahkan adalah para pemimpin negara. Para pemimpin dianggap tidak bisa menjamin kebutuhan dan hajat hidup rakyatnya.

Setelah konflik teluk pecah, Indonesia menetapkan Siaga 1. Tidak hanya Indonesia, para pemimpin negara yang punya ketergantungan minyak dari teluk semua mengalami depresi. Termasuk Amerika sendiri, juga negara-negara yang bergabung dalam NATO.

Situasi ini tidak hanya dialami oleh negara pengekspor minyak. Hal yang sama juga akan dialami oleh negara suplayer minyak. Seperti Saudi, Kuwait, Qatar, Dubai, UEA dan Bahrain, negara-negara kaya minyak ini juga berpotensi ikut collaps. Negara teluk selama ini bergantung hidupnya dari penjualan minyak. Ketika minyak tidak bisa dijual, negara-negara penghasil minyak ini juga akan terkapar.

Jika Iran bisa bertahan saja dari gempuran Amerika dan Israel, serta mampu terus menutup selat Hormuz hingga enam bulan kedepan, kemungkinan kita akan menjadi saksi terhadap adanya ledakan politik di banyak negara. Kita akan menyaksikan sejumlah pemimpin negara yang tumbang. Baik pemimpin negara pengimpor minyak maupun negara ekportir.

No More Posts Available.

No more pages to load.