Thomas-Greenfield mengatakan pemungutan suara belum pernah terjadi sebelumnya. “Kami tidak akan menarik garis, kami akan terus menekan hak asasi manusia di mana pun mereka dilanggar. Ini adalah nilai inti bagi kami,” katanya.
Berbicara sebelum pemungutan suara, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyebut langkah AS itu ilegal. Dia menggambarkan Washington sebagai pengganggu.
“Tindakan ilegal ini juga dapat menciptakan preseden berbahaya dengan konsekuensi yang luas,” kata Iravani.
Iran bersama 17 negara lain dan Palestina dalam sebuah surat kepada ECOSOC pada Senin (12/12/2022), mendesak anggota untuk menolak resolusi tersebut. Cara tersebut dinilai sebagai upaya baru untuk mengusir negara berdaulat dan dipilih secara sah dari badan sistem internasional, jika dianggap tidak nyaman.
Direktur International Crisis Group PBB Richard Gowan mengatakan, beberapa negara yang mendukung pencabutan Iran juga secara pribadi khawatir tentang menciptakan preseden untuk pengucilan. “Bahkan banyak negara yang muak dengan perilaku Iran akan memilih sesuatu yang lebih ringan, seperti menangguhkan sementara Iran dari CSW,” kata Gowan.
“Tapi AS secara efektif memaksa anggota lain untuk mengantre dengan mengumumkan inisiatif tersebut dengan sedikit peringatan,” ujarnya.




