Iran juga dapat mempelajari desain struktur, sistem isolasi getaran untuk sensor serta konsep ruang muatan modular untuk meningkatkan kemampuan penerbangan jarak jauh dan integrasi muatan pada drone produksinya sendiri.
Jika sebagian teknologi tersebut berhasil dipahami, informasi yang diperoleh dapat membantu meningkatkan kemampuan ISR siang dan malam, termasuk dalam kondisi cuaca yang berbeda.
Lebih jauh, informasi tersebut dapat digunakan untuk mempelajari cara menghadapi teknologi Barat, termasuk mengembangkan strategi peperangan elektronik, jamming dan sistem pertahanan udara.
Kemungkinan lain adalah hasil analisis tersebut dibagikan kepada mitra strategis Iran, termasuk Rusia, yang selama ini memiliki hubungan militer erat dengan Teheran.
RQ-170 Sentinel, Pelajaran Lama yang Menghantui AS
Kekhawatiran mengenai kemungkinan Iran memanfaatkan teknologi drone AS bukan tanpa preseden.
Pada 5 Desember 2011, Iran mengumumkan berhasil memperoleh RQ-170 Sentinel milik AS setelah pesawat tanpa awak tersebut jatuh atau mendarat di wilayah Iran.
Drone buatan Lockheed Martin itu disebut dioperasikan CIA untuk misi pengintaian. Lokasinya berada dekat Kota Kashmar, Iran timur laut, sekitar 225 hingga 250 kilometer dari perbatasan Afghanistan.
Sejumlah laporan saat itu menyebut RQ-170 digunakan untuk memantau fasilitas nuklir Iran dan instalasi militer lainnya.









