Serangan terbaru ini memperluas ketegangan antara Iran dan AS serta meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Iran sebelumnya bereaksi keras terhadap serangan AS pada Selasa. Bulan Sabit Merah Iran menyatakan serangan tersebut menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, dalam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran.
Lebih dari 50 orang juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Menteri Kesehatan Iran Mohammad-Reza Zafarghandi menyebut total 18 orang tewas dalam serangkaian serangan AS yang menghantam sejumlah provinsi di Iran pada hari yang sama.
AS Bantah Sasar Warga Sipil
Washington belum memberikan tanggapan terhadap laporan mengenai serangan yang mengenai pesta pernikahan tersebut.
Namun, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah bahwa militer AS menargetkan warga sipil.
“Militer AS tidak pernah menyasar warga sipil, berbeda dengan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran),” kata Hawkins.
Putaran pertempuran terbaru antara kedua negara tersebut bermula ketika Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Minggu. Serangan itu menjadi salah satu serangan langsung yang diketahui dalam beberapa minggu terakhir dan kemudian memicu respons militer dari Teheran.









