Dalam rentang waktu 12 jam hanya enam kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut, jauh di bawah kondisi normal yang berkisar antara 18 hingga 22 kapal.
Windward juga melaporkan peningkatan praktik “transit gelap”, yakni kapal mematikan sistem transponder untuk menyembunyikan posisi mereka. Praktik tersebut kini mencapai hampir 40 persen dari seluruh lalu lintas kapal di Selat Hormuz, menjadi angka tertinggi dalam enam hari terakhir.
Penurunan aktivitas pelayaran itu mencerminkan meningkatnya kekhawatiran dunia pelayaran terhadap eskalasi konflik yang kembali terjadi di kawasan Timur Tengah.
sumber: sindonews










