Israel Hadapi ‘Tsunami Kesehatan Mental’ setelah 2 Tahun Perang Gaza

oleh -277 views
Israel sedang menghadapi tsunami kesehatan mental setelah dua tahun Perang Gaza. Foto/Noam Revkin Fenton/Flash90

Sebuah studi oleh Clalit Health Services dan Myers-JDC-Brookdale Institute menemukan bahwa 50 persen dari mereka yang terdampak serangan 7 Oktober masih berjuang hingga kini. Satu dari lima orang di masyarakat umum menderita gangguan fungsional berat akibat masalah kesehatan mental.

Data Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan peningkatan sesi terapi sebesar 25 persen sejak 7 Oktober.

Kasus psikoterapi jangka pendek melonjak 471 persen, mencapai 20.000 pada tahun 2024 dibandingkan dengan 3.500 pada tahun 2022.

Namun, angka-angka ini hanya mencerminkan perawatan yang diberikan. Organisasi koalisi mengatakan situasi sebenarnya jauh lebih parah.

Profesor Merav Roth dari Universitas Haifa mengatakan klinik melaporkan peningkatan tajam dalam depresi, kecemasan, kecanduan, masalah perkawinan, dan perilaku regresif di kalangan anak-anak.

Baca Juga  Target Adipura di HUT ke-451, Wali Kota Ambon Tekankan Budaya Hidup Bersih

Satu dari empat orang kini berisiko kecanduan, kata Roth. Pada tahun 2018, angkanya menjadi satu dari sepuluh.

Dr Marina Kupchik, kepala Asosiasi Psikiatri Israel, memperingatkan bahwa investasi mendesak dalam rehabilitasi diperlukan.

“Jika kita tidak berinvestasi dalam rehabilitasi psikologis negara ini, kita akan membayar harga yang lebih tinggi dalam dua atau tiga tahun—dalam bentuk hari kerja yang hilang, dalam stabilitas keluarga dan masyarakat, serta dalam fungsi kerja,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.