Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menyebut insiden itu tidak dapat diterima.
“Para diplomat yang sedang melakukan tugasnya tidak boleh ditembak, diserang dengan cara, bentuk, atau rupa apa pun. Keselamatan mereka, kelangsungan hidup mereka, harus dihormati setiap saat,” katanya, seperti dikutip The New Arab, Kamis (22/5/2025).
“Para diplomat ini, termasuk personel PBB, ditembaki, dengan tembakan peringatan atau apa pun…yang tidak dapat diterima,” ujarnya.
Dunia Internasional Marah pada Israel
Komunitas internasional yang memiliki perwakilan dalam rombongan tersebut menyuarakan kemarahan dan menuntut penyelidikan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mendesak Israel untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.
Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Uruguay memanggil duta besar Israel atau mengatakan mereka akan mengangkat masalah tersebut secara langsung.
Mesir mengecam penembakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap semua norma diplomatik, sementara Turki menuntut penyelidikan segera.
“Serangan ini harus diselidiki tanpa penundaan dan para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban,” kata Kementerian Luar Negeri Turki.









