JATAM: Kepemimpinan Sherly Tjoanda Muluskan Oligarki Tambang di Malut

oleh -0 Dilihat

Selain Sherly, di level kabupaten juga disinyalir menjadi badut istana. Seperti Bupati di Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula dan Taliabu.

“Keseluruhan bupati yang baru dilantik ini merupakan rombongan partai dalam afiliasi KIM. Pada kelima wilayah ini juga sekaligus merupakan arena padat konsesi tambang. Di Halmahera Tengah misalnya, salah satu wilayah yang kini mengalami krisis sosial-ekologis akibat pertambangan,” ujarnya.

Daya Rusak

Juru Bicara Save Sagea di Halmahera Tengah, Mardani Lagaelol mengatakan, operasi tambang telah mengokupasi lahan-lahan produktif warga yang berakibat pada hilangnya sumber pangan, kerusakan hutan yang mengakibatkan banjir berulang, pencemaran sungai, laut, hingga udara yang memperburuk kualitas kesehatan warga. Termasuk mengancam kelestarian kawasan Karst Boki Moruru di Sagea.

Mardani mengaku kerusakan akibat operasi pertambangan tersebut masih terus berlanjut kendati terjadi peralihan kekuasaan.

Baca Juga  Sembilan Raja Temui Gubernur Maluku, Tapal Batas Manusela hingga Jalan dan Pendidikan Jadi Sorotan

“Dalam situasi ini tidak mungkin kita mengharapkan bupati baru Halmahera Tengah melakukan pemulihan. Karena kemenangan dia sepenuhnya didukung oleh partai KIM,” kata Mardani.

Krisis serupa terjadi juga di Halmahera Timur. Setelah pulau-pulau kecil yang berada di Teluk Buli yang kini hancur, diporak-porandakan oleh operasi tambang nikel, ekspansi perluasan daya rusak juga terus melebar hingga daratan pulau besar Halmahera.

No More Posts Available.

No more pages to load.