“Di Waipia juga [ada jembatan ambruk]. Opritnya (timbunan tanah di ujung jembatan untuk mencegah penurunan jalan) ambruk. Tapi sudah dibuatkan jalan darurat,” tutup Abdul Latif.
Sementara itu, staf Pemerintah Desa Saunolu Obet Kamanasa mengatakan Jembatan Kawanua putus dan terbawa arus banjir.
“Jadi sekarang yang sudah terputus dua bentangan, akses lumpuh, tidak bisa lewat, sekarang masih banjir, air deras,” kata dia kepada wartawan.
Disebutkan, banjir terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah pegunungan pulau seram sejak sore hingga pagi.
“Jembatan putus sekitar subuh, hujan sehari penuh,” ujar Obet.
Debit air daerah aliran sungai meninggi hingga menerjang badan jembatan.
Berdasarkan laporan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tak ada korban jiwa, soalnya waktu banjir kondisi jalan masih gelap dan belum dilewati kendaraan,” ujarnya.
Selain memutus jembatan, banjir juga merobohkan tiang listrik dan kabel-kabel internet dan komunikasi.
Akibatnya, akses atau sinyal komunikasi untuk permintaan bantuan kepada pemerintah daerah terhambat.
Jembatan dengan panjang mencapai 700 meter tersebut menjadi jembatan penghubung antar dua kabupaten masing-masing Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.









