“Gerindra, jika tidak dengan PDIP, masih mungkin berkoalisi dengan PKB,” kata Abbas.
Jika Gerindra berkoalisi dengan PKB, maka koalisi tersebut akan mengantongi sebanyak 136 kursi dengan perincian Gerindra sebanyak 78 kursi dan PKB sebanyak 58 kursi. Tokoh yang diusung pun, tidak lari jauh dari Ketum kedua partai tersebut, yakni Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Poros koalisi lain, lanjut Abbas adalah Partai Nasdem (59 kursi), Partai Demokrat (54 kursi) dan PKS (50 kursi). Total kursi dari koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS sebanyak 163 kursi. Poros koalisi ini berpotensi mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpasangan dengan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Yang pasti, kemungkinannya (koalisi) masih sangat terbuka. PDIP memang akan sulit berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat. Tapi terbuka dengan PKB. Gerindra pun kurang cocok dengan Nasdem, tapi terbuka dengan Partai Demokrat dan PKS,” kata Abbas. (red/beritasatu)










