Surga dan neraka adalah “kampung halaman” manusia setelah menjalani kehidupan dunia. Alam akhirat ini digambarkan sangat luas, bahkan surga saja seluas langit dan bumi.
Luasnya surga dikatakan dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 133. Allah SWT berfirman,
۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ١٣٣
Artinya: “Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,”
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, makna firman “yang luasnya seluas langit dan bumi” untuk mengingatkan luas dan panjangnya surga sebagaimana disebutkan dalam ayat lain yang menggambarkan hamparan permadani surga. Pendapat lain menyebut lebar surga sama dengan panjangnya, mengingat bentuk surga seperti kubah yang terletak di bawah Arasy.
Dijelaskan dalam Kitab Fikih Sehari-hari karya A.R. Shohibul Ulum, salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang luasnya surga seluas langit dan bumi. “Kalau luas surga seluas semesta langit dan bumi, lalu di mana letak neraka itu?” tanyanya.
Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah SAW balik bertanya, “Ketika terjadi malam hari, lalu di manakah letaknya siang?”












