Kabinet PM Inggris Liz Truss Pamer Keragaman: Tak Ada Kulit Putih di Posisi Top

oleh -113 views
Perdana Menteri Inggris Liz Truss duduk bersama anggota kabinet barunya, di dalam 10 Downing Street di pusat kota London, Inggris, Rabu (7/9/2022). Foto: FRANK AUGSTEIN/Pool/AFP

“[Adalah] kehormatan seumur hidup untuk ditunjuk sebagai Menteri Keuangan oleh Perdana Menteri kita yang baru,” cuit Kwarteng di Twitter.

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly, meninggalkan 10 Downing Street setelah pertemuan dengan Perdana Menteri baru Inggris Liz Truss di pusat kota London, Selasa (6/9/2022). Foto: ISABEL INFANTES/AFP
Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly, meninggalkan 10 Downing Street setelah pertemuan dengan Perdana Menteri baru Inggris Liz Truss di pusat kota London, Selasa (6/9/2022). Foto: ISABEL INFANTES/AFP

Sebagai penerusnya, Truss menunjuk James Cleverly menjadi Menlu Inggris. Anggota pasukan militer cadangan tersebut adalah seorang multirasial. Cleverly lantas menawarkan wajah diplomatik berbeda untuk negara yang pernah menjajah seperempat planet ini.

Ibunya berasal dari Sierra Leone, sedangkan sang ayah adalah warga Wiltshire di Inggris. Cleverly vokal dalam mengungkap intimidasi dan diskriminasi rasial selama meniti karier politiknya.

Menggunakan pengalaman tersebut, dia memberikan saran-saran untuk memenangkan dukungan pemilik suara dari populasi orang kulit hitam kepada Partai Konservatif.

Menteri Dalam Negeri Inggris yang baru Suella Braverman, meninggalkan 10 Downing Street setelah pertemuan dengan Perdana Menteri baru Inggris Liz Truss di pusat kota London, Selasa (6/9/2022). Foto: ISABEL INFANTES/AFP
Menteri Dalam Negeri Inggris yang baru Suella Braverman, meninggalkan 10 Downing Street setelah pertemuan dengan Perdana Menteri baru Inggris Liz Truss di pusat kota London, Selasa (6/9/2022). Foto: ISABEL INFANTES/AFP

Untuk mengawasi kebijakan imigrasi, Truss menempatkan Suella Braverman sebagai Mendagri Inggris. Akar keluarga Braverman berasal dari India. Orang tuanya pun datang ke Inggris dari Kenya dan Mauritius pada 1960-an.

Baca Juga  Politikus Demokrat Sebut Kesepakatan AS-Iran sebagai Kekalahan Telak Trump

Keputusan Truss dalam menggaet tokoh-tokoh tersebut telah menjaring pujian dari sejumlah pihak, tetapi turut menimbulkan kekecewaan dari kelompok sayap kanan di Inggris.

“Liz Truss memberikan sentuhan akhir pada pemerintahan baru yang beragam: Tidak ada tempat untuk orang kulit putih di kantor-kantor besar negara,” tulis tabloid sayap kanan, Daily Mail.