Angka pendapatan mereka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi bila mempertimbangkan pekerjaan sampingan, royalti dari artikel dan buku, serta pendapatan sewa properti.
Kesenjangan semakin terlihat dari latar belakang pendidikan kabinet baru Truss. Lebih dari dua pertiga pejabat tersebut mendapatkan pendidikan swasta.
Hingga 15 dari 22 menteri mengemban pendidikan sekolah seperti Eton College dengan biaya GBP 46.000 (Rp 788 juta) per tahun.
“Yang saya khawatirkan adalah Anda memiliki orang-orang yang memiliki kepentingan korporasi, menentukan undang-undang yang mempengaruhi penyewa,” ungkap salah satu pendiri Safer Renting, Ben Reeve-Lewis.
Kebijakan Migrasi Inggris
Prioritas utama kabinet tersebut tidak hanya berkisar pada kebijakan ekonomi. Pihaknya turut mengadopsi pendekatan keras terhadap para migran. Menjanjikan pengurangan migrasi ilegal, Truss akan melanjutkan kebijakan deportasi para pencari suaka.
Sebagaimana Truss, para menteri baru mendukung skema pengiriman calon migran menuju Rwanda. Sebelum dibatalkan, penerbangan deportasi pertama direncanakan berlangsung pada 14 Juni.
Sejak pembatalan, pemerintah mengadang hambatan dalam menjalankan deportasi ke Rwanda. Pada Senin (5/9), pihaknya melewati tantangan hukum di Pengadilan Tinggi.




