‘Orang Dari Semua Latar Belakang’
Ketiga nama tersebut sebenarnya tidak mengejutkan. Bagaimanapun juga, mereka adalah sekutu-sekutu setia selama kampanye Truss. Namun, dia tetap mendapatkan sanjungan dari beberapa kalangan.
“Kabinet baru adalah pengingat lainnya bahwa orang-orang dari semua latar belakang dapat masuk jauh ke dalam Partai Konsevatif,” ujar mantan penasihat urusan ras Johnson, Samuel Kasumu, dikutip dari The Washington Post, Rabu (7/9).
Kendati demikian, Partai Konservatif masih menaungi hingga 95 persen anggota yang merupakan orang kulit putih. Mayoritasnya bahkan lebih tua dan lebih kaya daripada populasi negara itu.
Sepertiga dari kabinet baru Truss juga merupakan pemilik properti sewaan. Fakta tersebut mengantarkan kekhawatiran bagi kelompok-kelompok hak penyewa di Inggris.
Pada 2020, openDemocracy mencatat, partainya bahkan menerima sumbangan lebih dari GBP 11 juta (Rp 188 miliar) dari pengembang properti dan bisnis konstruksi di Inggris.
Terlebih, perombakan kabinet terjadi ketika negara itu sedang membendung krisis biaya hidup. Harga sewa telah mencapai rekor terbaru dalam sejarah di Inggris. Truss lantas semakin menghadapi tekanan untuk mengatasi tagihan energi yang meroket.
Kontras dengan kesulitan masyarakat, kabinet baru menerima pendapatan tambahan secara kolektif senilai GBP 132.629 (Rp 2,2 miliar) pada 2021. Dana tersebut belum meliputi upah masing-masing anggota parlemen dan upah tambahan bagi menteri.




