Kabinet Tiga Kaki yang Rajin Mengeluh

oleh -7 Dilihat

Beberapa hari lalu saya ke Pasar Niten di dekat rumah saya. Semua pedagang mengeluh. Sekarang sepi. Tidak ada pembeli.

Sementara, di Boyolali, Jawa Tengah para peternak yang mensuplai susu mendapati susunya tidak dapat diserap pabrik- Mereka tidak bisa menyimpan susu-susu itu. Selain itu, mereka terjerat dengan tagihan pajak dari negara yang jumlahnya ratusan juta.

Apa yang mereka lakukan? Mereka protes dengan memakai susu itu untuk mandi. Beberapa orang bijak di media online mengadili mereka secara moral: kok membuang-buang yang bisa dimakan? Kan lebih baik disumbangkan untuk orang miskin?

Seandainya saja bisa. Susu itu gampang sekali rusak. Sebelum sampai di konsumen, dia harus diproses (pasteurisasi) dan lain sebagainya. Apa ya orang-orang ini mau nanggung ketika orang diare atau bahkan masuk rumah sakit karena minum susu rusak?

Untuk susu, saya kira ada masalah supply chain yang cukup ruwet. Dalam keadaan normal, peternak mensupai ke pabrik; dan karena pabrik ingin suplainya aman, maka dia minta supaya peternak tidak melakukan diversifikasi pasokan. Maka peternak tidak boleh menjualnya ke perusahan lain misalnya ke produsen yoghurt atau keju yg memang banyak juga di Boyolali.

Baca Juga  Resmi SMK Kasih Theresia Bombai, Bupati Malra: Sekolah Bukan Hanya Tempat Belajar, Tapi Membentuk Manusia

Pabrik sendiri juga bikin yoghurt dan keju ini. Dalam keadaan ekonomi lesu, permintaan turun, pabrik nggak bisa serap produksi. Maka karena tidak ingin kehilangan suplai di masa mendatang, pabrik melakukan pembatasan.

No More Posts Available.

No more pages to load.