Porostimur.com, Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat dengan menyebut pasukannya mundur dari pangkalan militer di kawasan Teluk dan berlindung di fasilitas sipil.
Dalam pernyataannya di platform X, Araghchi menuding pasukan AS kini beroperasi dari hotel dan gedung perkantoran, serta menggunakan warga sipil sebagai tameng.
“Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di GCC untuk bersembunyi di hotel dan kantor. Mereka menggunakan warga GCC sebagai perisai manusia,” tulisnya.
Ia bahkan menyerukan kepada otoritas negara-negara Teluk agar tidak menerima keberadaan personel militer AS di fasilitas umum.
“Hotel-hotel di AS menolak pemesanan kepada perwira yang dapat membahayakan pelanggan. Hotel-hotel di GCC seharusnya melakukan hal yang sama,” tambahnya.
Kritik Standar Ganda AS
Araghchi juga mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilai menerapkan standar ganda, terutama terkait konflik di Timur Tengah.
Ia menyinggung dukungan AS terhadap Israel dalam blokade Gaza, sekaligus mengecam sikap Washington yang mengkritik Iran atas tindakan militernya di Selat Hormuz.
“AS mendukung blokade Gaza oleh Israel, namun mengutuk Iran karena membela diri. Ini standar ganda. Hukum internasional bukanlah alat yang bisa digunakan sesuka hati,” tegasnya.









