Porostimur.com | Labuha: Desa Kuwo, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan adalah satu desa yang banyak polemik sampai hari ini, akibat dari kepemimpinan kepala desa yang tidak becus.
Polemik tersebut banyak dikeluhkan oleh masyarakat, bahkan sesama pemerintah desa. Pasalnya, proses pembangunan di Desa Kuwo berjalan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Bahkan lebih mirisnya, gaji para Kaur dan BPD tidak terbayarkan lagi.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Halmahera Selatan di Tobelo (HMP HALSEL di Tobelo) Sefnat Tagaku.
“Saya menyaksikan langsung proses pemerintahan Desa Kuwo yang tidak becus itu. Air pam yang dianggarkan menggunakan dana desa tidak dirasakan oleh masyarakat sampai hari ini. Bukan itu saja, tetapi pagar dan lampu jalan juga tidak here’s”, katanya.
Bahkan baru-baru ini, polemik Bantuan Lansung Tunai (BLT-DD) terjadi juga di Desa Kuwo. Pasalnya bantuan BLT yang dianggarkan per KK Rp.600.000 ternyata yang diberikan kepada warga hanya berjumlah Rp.300.000.
“Pemerintah membuat berita acara dengan jumlah uang Rp.600.000 tetapi di berikan kepada masyarakat hanya Rp.300.000”, ungkap Sefnat.
“Karena itu, saya meminta bupati segera copot bapak Yustianus Tawale dari jabatan kepala desa. Agar masyarakat Desa Kuwo bisa merasakan hak-hak mereka sepenuhnya. Hak untuk damai dan sejahtera”, sambungnya.




