Ia bahkan mencontohkan dirinya sendiri sebagai kepala dinas yang sewaktu-waktu dapat dipindahkan atau dinonjobkan sesuai kebijakan pemerintah daerah.
“Kalau saya dinonjobkan dan dipindahkan ke Maba Utara, saya harus siap menjalankan tugas itu karena merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai ASN,” tegasnya.
Diminta Profesional dan Tidak Politisasi Mutasi
Djamal juga mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang bercita-cita menjadi guru maupun tenaga kesehatan. Karena itu, ASN yang telah mendapatkan amanah diminta untuk tetap bersyukur dan menjalankan tugas secara profesional.
Ia menegaskan bahwa guru, termasuk PPPK, harus siap mengabdi di mana saja tanpa mempersoalkan lokasi penempatan.
Selain itu, ia meminta seluruh ASN agar tidak lagi mengaitkan mutasi jabatan dengan dinamika politik, mengingat kontestasi politik seperti Pilkada 2024 telah selesai dan saat ini sudah memasuki tahun 2026.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah profesionalitas dan komitmen dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.
(Nahrawi Hi. Taha)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









