Tak pelak seraya menunggu kedatangan dua pemain asing tambahan, beban berat harus ditanggung Pluim dan Jansen untuk menjaga penampilan tim, khususnya pada pekan-pekan awal BRI Liga 1 2021/2022.
Penampilan dan kondisi Pluim tak lagi sebagus seperti pada tiga musim awalnya bersama PSM. Pluim yang pertama kali bergabung di Juku Eja pada putara kedua Torabika Soccer Championship 2016 jadi sosok sentral permainan PSM.
Liga 1 2018 jadi musim terbaik Pluim bersama PSM. Juku Eja memang hanya bertengger di peringkat dua karena kalah satu poin dari Persija Jakarta yang bertengger di posisi puncak klasemen akhir dengan koleksi 62 poin. Tapi, aksinya mampu mampu membius publik sepak bola Tanah Air. Musim 2018, Pluim tampil dalam 29 laga dengan koleksi 5 gol dan 6 assist. Total menit bermainnya adalah 2.606.
Musim 2019 jadi masa sulit buat Pluim. Cedera engkel terus membayangi penampilannya. Apalagi, setiap tampil bersama PSM, Pluim selalu menjadi incaran lawan untuk dimatikan. Alhasil di Liga 1 2019, Pluim hanya bermain dalam 19 laga dari 34 partai yang dimainkan Juku Eja. Pluim pun pulang ke Belanda sebelum kompetisi berakhir.
Meski begitu, musim ini tetap jadi kenangan tersendiri buat Pluim. Meski tak maksimal di Liga 1, Pluim tetap jadi pilar penting Juku Eja saat meraih meraih trofi juara Piala Presiden 2018/2019. Dalam laga final, Juku Eja memupus ambisi Persija yang ingin mengawinkan trofi Liga 1 dan Piala Presiden.









