Kapita Lahamajojo

oleh -318 views

Tradisi lisan Galela menceritakan Lahamajojo memimpin rakyat Galela (yang sebagian besar telah memeluk Islam dan sebagian Alfuru) menyerang dan mengusir tentara Portugis di Kerajaan Morotia (Mamuya). Portugis telah membangun benteng di dekat istana kerajaan Morotia, menghadap laut Galela. Prajurit Galela menggunakan senjata tradisional: parang besi (ta’ito), tombak (tutudu), dan busur (bau).

Pertempuran sengit antara Portugis dan prajurit Galela yang dipimpin Lahamajojo terjadi di darat dan laut. Banyak tentara Portugis tewas akibat panah beracun dan panah api yang ditembakkan dari laut. Akhirnya, Portugis menyerah dan meninggalkan Morotia, lalu dibawa ke Ternate.

Lahamajojo menjadi ikon kepahlawanan masyarakat Galela atas jasanya membantu Sultan Babullah mengusir penjajah Portugis. Ia dimakamkan di Desa Barataku (Soasio), Galela, Halmahera Utara, dan makamnya masih dapat dikunjungi hingga kini.

Baca Juga  Kantor Pertanahan Malteng Verifikasi Kesiapan Penyedia, Pastikan Program PTSL 2026 Berjalan Tepat Waktu

Galela, 13 Juli 2025.

No More Posts Available.

No more pages to load.