Kapita Lahamajojo

oleh -327 views

Oleh: Muhammmad Diadi, Penulis, Pelaku Budaya Galela

Kapita Lahamajojo adalah tokoh penting yang tumbuh dan berjuang bersama rakyat Galela, Halmahera Utara. Ia menjadi kapita pada masa pemerintahan Sultan Babullah (1570-1583), membantu Babullah mengusir Portugis dari Halmahera menyusul pembunuhan Sultan Khairun Jamil (1534-1570) oleh Sersan Antonio Pimental pada 28 Februari 1570 di Benteng Gamlamo (juga dikenal sebagai Kastela atau Nostra Senhora Del Rosario).

Lahamajojo adalah putra Raja Jailolo, Ahmad Sangaji (Jin Jiko Makolano), putra mahkota Kerajaan Jailolo bergelar Gamar Malamo, dan Boki Babola dari Tidore.

Menurut silsilah keluarganya, Gamar Malamo memiliki empat putra dan tiga putri:

Putra:

  1. Puasa
  2. Zainal Abidin
  3. Lantera
  4. Lahamajojo
Baca Juga  Setelah Puluhan Tahun Tertunda, Blok Abadi Masela Akhirnya Masuk Tahap Konstruksi pada 2027

Putri:

  1. Saloimaya
  2. Darawako
  3. Gandapura.

Puasa dan Zainal Abidin diangkat Kesultanan Ternate sebagai imam, sementara Lantera dan Lahamajojo menjadi kapita perang.

Nama asli Lahamajojo adalah Pangeran Hatting, meskipun masyarakat Galela lebih mengenalnya sebagai Ahmad (menurut nama ayahnya). Sultan Babullah pernah menugaskannya sebagai duta perdamaian ke Tidore, mengingat ibunya, Boki Babola, merupakan putri dari seorang raja Tidore.

Lahamajojo adalah kapita yang tak pernah tertangkap penjajah. Pada tahun 1570, Babullah mengepung Benteng Gamlamo Portugis dengan sekitar 10.000 prajurit dari Jailolo, Gamkonora, Galela, Moti, Hiri, Makian, dan Ternate (M. Adnan Amal, 2009:20).

No More Posts Available.

No more pages to load.