Porostimur.com, Ambon – Hingga Sabtu malam situasi pasca bentrok antarwarga Bombay dan Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) aman terkendali.
Kapolda Maluku pun buka suara soal penyebab pecahnya bentrok dua kelompok di Pulau Kei, Maluku Tenggara itu.
Kapolda Maluku melalui Kabid Humas Polda Maluku Kombes Polisi Rum Ohoirat mengatakan, bentrokan antara kedua warga desa dipicu kesalahpahaman. Menurutnya saat warga di desa Elat memasang sasi atau larangan adat di desa setempat sehingga memicu kemarahan dari warga desa Bombai.
“Ada upaya dari Desa Bombai untuk memasang sasi atau larangan adat di perbatasan tersebut, di mana mereka mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah milik mereka sehingga hal ini tidak diterima oleh warga Desa Elat sehingga mereka sehingga terjadi kosentrasi massa sehingga terjadi saling serang menyerang,” ujarnya, Minggu (13/11/2022).
Dari video amatir terlihat, aparat keamanan yang sempat berjaga jaga di lokasi kejadian sempat kewalahan akibat jumlah massa yang banyak dari dua kelompok warga ini.
Akibatnya dua anggota Brimob terluka terkena anak panah. Kedua aparat Brimob tersebut saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan.










