Kapolsek Mangoli Barat Akan Pulangkan 4 Gadis Belia yang Dipekerjakan Sebagai Pelayanan Cafe Remang-remang

oleh -290 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Nasib malang menimpa empat (4) gadis belia asal Sulawesi Utara yang harus rela dipekerjakan sebagai pramuria di cafe remang-remang (Tanah Dolong) yang berlokasi di Desa Rawa Mangoli, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Mirisnya, empat (4), orang gadis belia asal Sulawesi Utara (Sulut) yang dipekerjakan sebagai pramuria tersebut, ternyata diduga masih di bawah umur. Keempat orang gadis malang tersebut masing-masing berinisial V (15), T (15), W (16), dan S (17).

Hasil penelusuri di lapangan, V (17) dan T (15), adalah kakak beradik, masing-masing di pekerjakan di dua cafe yang berbeda. V bekerja di cafe milik SU dan T bekerja di cafe milik RY. Sedangkan W bekerja di cafe milik HU dan S bekerja di cafe milik M.

Baca Juga  Partai Golkar Kepulauan Sula Apresiasi Kinerja TNI/Polri dan Penyelenggara Pilkada 2020

Empat orang gadis tersebut, semuanya berasal dari Sulawesi Utara (Sulut), keempatnya didatangkan melalui kapal penumpang dari Pelabuhan Manado Sulawesi Utara, menuju Pelabuhan Falabisahaya Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, kemudian keempatnya dipekerjakan sebagia pramuria di cafe  remang-remang yang berlokasi di Tanah Dolong.

Kakak beradik, V dan T ketika diwawancarai awak media mengaku masih di bawah umur dan saat ini bekerja di cafe remang-remang yang berlokasi di Tanah Dolong.

“Torang (kami) tau noh kalo torang (kami) masih di bawah umur dan torang (kami) di kasih tau kalo kerja di cafe di Falabisahaya depe premi (upah) besar, baginilah bagitulah, pokoknya sadap dang mo dengar (Bagus di dengar), makanya torang (kami red), mau karena cepat dapat uang, ” aku keduanya.

Baca Juga  Jauwerissa : kondisi alam, disyukuri sebagai pemberian Maha Kuasa

“Terus yang ajak dan yang beritau itu namanya Ega, anak buahnya boss cafe”, ungkap mereka.

Namun, dari hasil penelusuran awak media, terungkap bahwa kakak beradik V dan T awalnya bekerja di cafe yang sama yakni cafe milik SU. Namun sekarang T sudah dipindahkan ke cafe RY dengan jaminan RY harus membayar ganti rugi ke SU dengan nilai transaksi sebesar Rp.5 Juta.

Keempat gadis tersebut dipekerjakan oleh para pemilik cafe sebagai pelayan yang melayani tamu hidung belang bahkan sampai melakukan praktek prostitusi, serta menjual minuman keras (Miras).

Dihubungi terpisah, Kapolsek Mangoli Utara, Mangoli Barat, IPTU. Abdurahim Umaternate, mengatakan, pihaknya akan melakukan hal yang sama seperti dua orang gadis di bawah umur sebelumnya yang sudah dipulangkan ke daerah asal mereka masing-masing yakni di Sulawesi Utara (Sulut).

Baca Juga  Militer Iran Siaga Tinggi, Kapal Induk AS Ditarik dari Timur Tengah

“Rencana Selasa 1Juni 2021 besok, mereka akan kami pulangkan dengan kapal penumpang dari pelabuhan Falabisahaya menuju pelabuhan Manado, Sulut,” jelas Umaternate.

Abdurahim bilang, sebelumnya pada tanggal 18 Mei 2021 pihaknya juga pernah memulangkan dua orang gadis di bawah umur yang diperkerjakan di cafe remang-remang, dan Selasa besok, pihaknya akan memulangkan empat orang sisanya.

“Keempat gadis di bawah umur tersebut, masing-masing berinisial SS (17), TGS (15), AAS (17) dan ARM) (16). Keempat gadis di bawah umur ini semua beralamat di Sulawesi Utara,” pungkasnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.