Kasus Dugaan Korupsi Bank BPRS Saruma Naik Tahap Penyidikan

oleh -63 views

Porostimur.com, Labuha – Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan Naikan status kasus Bank BPRS Saruma ke tahap penyedikan.

Hal ini usai Tim Jaksa Penyelidik Tindak Pidana Khusus Kejari Halsel, telah menemukan adanya peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana Perbuatan Melawan Hukum atas pembiayaan group dengan nilai kurang lebih Rp.15 miliar pada tahun 2021, yang diduga telah menimbulkan kerugian keuangan negara Cq. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan

Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan Guntur Triyono, SH.MH, pada Selasa, (5/9/2023), menyampaikan, dengan mendasar pada hasil penyelidikan Intelijen Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan terhadap permasalahan pemberian pembiayaan kepada 8 (delapan) nasabah atau debitur BPRS Saruma Kabupaten Halmahera Selatan.

“Maka itu, Tim Penyelidik Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan telah menemukan adanya pemberian kredit atau pembiayaan pada Bank BPRS Saruma Sejahtera tahun anggaran 2021 kepada 8 nasabah yaitu, PT. BUMN, CV. KBR, CV. MTS, CV. KICB, CV. Q, PT. BIP, dan WS (Inisial) yang saat ini pembiayaannya dinyatakan macet oleh BPRS Saruma, dengan nominal pembiayaan kurang lebih Rp. 15.341.487.102,86,” ujar Kajari.

Baca Juga  BMKG: Gampa M7 di Tahuna Akibat Deformasi Batuan Lempeng Laut Filipina

Adapun Pembiayaan atau kredit tersebut diajukan oleh 1 pihak yakni, LS group selaku Direktur dan Komisaris pada PT. BUMN dan PT. BIP, berdasarkan fakta dalam penyelidikan melalui serangkaian permintaan keterangan terhadap pihak-pihak dan data-data yg berhubungan dengan akad pembiayaan kredit tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.