Kasus HIV di Halmahera Tengah Meningkat Tajam, Dinkes Catat 201 Kasus Sejak 2019

oleh -57 views

Kelompok sasaran tersebut meliputi pekerja seks, lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), pengguna narkotika suntik, remaja dengan perilaku seksual berisiko, karyawan dan karyawati perusahaan, serta masyarakat umum.

Jenar mengatakan upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama karena penyebaran HIV dapat berdampak luas apabila tidak ditangani sejak dini.

Ia juga menyampaikan bahwa penularan HIV masih menjadi tantangan besar dalam upaya mewujudkan masyarakat Halmahera Tengah yang sehat.

“Ini yang menjadi tantangan kita bersama untuk memberantas pencegahan HIV di Bumi Fagogoru, karena dampak yang timbul bila perilaku pencegahan HIV/AIDS tidak diatasi lebih dini akan berakibat luas pada masyarakat dan generasi emas Fagogoru selanjutnya,” ujarnya.

Pengobatan ARV Penting Tekan Penularan

Jenar menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan HIV. Namun, terapi Antiretroviral (ARV) terbukti mampu menekan jumlah virus dalam tubuh hingga ke tingkat yang sangat rendah, menjaga sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi, serta mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

Baca Juga  Polisi Ringkus Remaja 16 Tahun yang Diduga Spesialis Pencurian di Pulau Bacan

Selain itu, terapi ARV juga berperan mengurangi risiko infeksi oportunistik dan komplikasi lain, sekaligus menekan risiko penularan HIV kepada orang lain, termasuk dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui apabila pengobatan dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.