Cao mengatakan Angkatan Laut AS tengah mempersiapkan kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk dikerahkan ke Timur Tengah sebagai pengganti USS Abraham Lincoln.
Namun, ia tidak dapat memastikan kapan pergantian tersebut akan dilakukan dengan alasan keamanan operasional.
Jawaban itu belum cukup bagi keluarga.
Sejumlah pasangan pelaut bahkan menangis ketika mendesak pimpinan Angkatan Laut menjelaskan apa yang dilakukan untuk mengatasi persoalan kelelahan dan kesehatan mental para personel yang telah begitu lama berada di medan operasi.
Frustrasi juga datang dari keluarga yang harus menyaksikan berbagai momen penting dalam kehidupan mereka berlalu tanpa kehadiran orang-orang yang mereka cintai.
Seorang perempuan mengungkapkan bahwa bayinya lahir ketika USS Abraham Lincoln masih menjalani pengerahan.
“Suami saya tidak mendapatkan waktu bersamanya,” katanya.
Ia mengatakan banyak keluarga lain mengalami hal serupa. Bahkan, ada pelaut yang belum pernah bertemu anak-anak mereka karena terus berada di laut.
“Saya pikir banyak dari kami yang bingung dan frustrasi karena saat ini kami berada dalam ketidakpastian tanpa mengetahui kapan mereka akan pulang,” ujarnya.
Wakil Laksamana Douglas Verissimo mengakui belum ada jawaban pasti mengenai waktu kepulangan tersebut.









