Namun, tidak dijelaskan secara rinci kepada siapa pesan tersebut dikirim maupun bagaimana kondisi itu diverifikasi.
Para pemimpin Angkatan Laut kemudian menutup pertemuan dengan mengucapkan terima kasih kepada keluarga atas dukungan mereka terhadap para personel yang sedang menjalani pengerahan.
Mereka juga meminta keluarga menyampaikan persoalan melalui ombudsman masing-masing.
Di tengah semua keluhan tersebut, pimpinan Angkatan Laut tetap menekankan profesionalisme para awak USS Abraham Lincoln.
Cahill menyebut para pelaut dan Marinir di kapal telah menjalankan tugas dengan tingkat presisi dan profesionalisme tinggi dalam situasi yang sangat sulit.
Verissimo bahkan mengatakan pengerahan USS Abraham Lincoln merupakan salah satu tugas terpanjang yang pernah ia lihat selama 39 tahun mengenakan seragam militer.
Ia pun menunggu saat ketika sebagian pekerjaan yang selama ini dilakukan USS Abraham Lincoln dapat dibuka kepada publik.
“Ini merupakan tugas berkepanjangan yang dijalani Lincoln Strike Group,” ujarnya.
Di sisi lain, bagi keluarga yang masih menunggu di rumah, semua penghargaan itu belum menjawab kegelisahan terbesar mereka.
Mereka hanya ingin tahu kapan orang-orang yang mereka cintai akan kembali.









