Keluarga Korban Pembacokan di Desa Fogi Minta Propam Polda Malut Periksa Penyidik Polres Kepulauan Sula

oleh -188 views
?????????????????????????????????????????????????????????

Porostimur.com, Sanana – Keluarga Fahri Umahuk, korban pengeroyokan dan pembacokan oleh terduga pelaku seorang pria bernisial AK alias Ayudin di Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, meminta Propam Polda Malut agar memeriksa penyidik Polres Kepulauan Sula.

Permintaan ini diajukan pihak keluarga, lantaran kasus pengeroyokan dan pembacokan yang dilaporkan ke Polres Kepulauan Sula sejak November 2023 lalu, hingga saat ini belum juga diselesaiakan.

“Kami dari keluarga korban minta Propam Polda Maluku Utara untuk memeriksa penyidik di Polres Kepulauan Sula karena tidak puas dengan penanganan saudara kami yang terkesan digantung oleh penyidik,” kata Raski, keluarga korban, Selasa (6/2/2024).

Raski menyebut, apa yang dilakukan penyidik Polres Kepulauan Sula membuat keluarga korban merasa tidak mendapat keadilan. Padahal, lanjut dia, keluarga selalu kooperatif selama proses penyelidikan hingga penyidikan termasuk pemeriksaan saksi dan menyerahkan barang bukti.

Dia menambahkan, dari surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) yang mereka terima dijelaskan pelaku telah memenuhi cukup bukti melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan golok hingga mengakibatkan luka jahit di kepala, tangan, dan perut. Penyidik juga berjanji segera memanggil pelaku untuk ditahan.

“Jumat 2 Februari 2024 penyidik berjanji akan memanggil pelaku dan selanjutnya ditahan namun sampai saat ini pelaku belum juga ditahan,” ungkap Raski.

Anehnya kata raski, dua hari setelahnya, penyidik mamberitahu keluarga korban bahwa pelaku tidak dapat ditahan karena ancaman hukuman pelaku hanya satu tahun.

“Menurut penyidik jika pelaku ditahan maka akan mengurangi masa tahanan. Penyidik juga bilang korban juga tidak mengalami luka parah berupa cacat fisik,” ungkap dia.

Baca Juga  PAN-NasDem Terus Bersaing Rebut Kursi Terakhir DPR RI Dapil Malut

Sikap penyidik tersebut membuat keluarga korban menduga ada permainan, karena pelaku memiliki bekingan kuat di Polres Kepsul sehingga penyidik berupaya agar pelaku tidak bisa diadili.

“Kami dari pihak korban sangat tidak puas dengan pelayanan yang dilakukan Polres kepulauan Sula dalam menangani perkara hukum,” tandas Raski.

Sementara Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Muh Hartanto, saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (5/2/2024) berjanji akan mengecek kasus tersebut di Reskrim.

“Saya cek dulu ya, penanganan dari Reskrim. Saya kebetulan masih di Ternate,” ujar Kodrat. (Jamil Gaus)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.